Kamis, 25 April 2013

Mereka Menyebutnya Seorang Putri?

 

Wanita lengkap dengan segala keindahan mereka memang tidak akan habis untuk diulas. Apapun yang terkait dengan kehidupan mereka memang pantas untuk dicermati. Tak terkecuali dengan hal yang akan kita bahas kali ini.  Banyak wanita-wanita yang telah menjadi korban strategi para musuh islam. hal ini karena mereka menjalankan misinya dengan begitu licik, halus dan dengan cara yang dianggap menyenangkan. Apakah mereka berhasil? bisa dikatakan begitu, karena akhirnya tak sedikit wanita yang berbondong-bondong, mencintai, memuja, bahkan meniru gaya dan pemikiran mereka tersebut.

Wanita- wanita itu bangga ketika disebut sebagai yang tercantik, serta dianugrahi "kehormatan" sebagai seorang putri. Lalu apa kabar lingkungan sekitar mereka? Banyak yang mendukung, banyak yang malu-malu dan ragu-ragu menolak seperti setan bisu, namun hanya sedikit yang dengan tegas mengatakan tidak untuk apa yang mereka lakukan tersebut.

Wahai wanita, jangan sampai pemikiran dan iman cerdas kita dibolak balikkan hanya untuk kesenangan dunia. Seorang putri yang memiliki kualitas brain yang indah, tentu juga akan mampu menjaga keindahan mereka dengan cara yang smart dan jauh dari kata kampungan. Apa guna sebuah label intelektual, kepintaran bicara, kehalusan bahasa, namun memiliki hati yang sudah terkunci dan susah memahami tentang ayat-ayat Allah?.

pun demikian tentang hal yang bernama beauty atau kecantikan yang mereka sematkan. Seorang putri itu kecantikannya terjaga, dan bukan obralan murah dimana mata jalang manapun bisa dengan mudah menikmatinya.

Jika memang mereka ingin kita menjadi seorang seorang putri, maka kita seharusnya diajarkan tentang bagaimana memiliki behaviour atau tata laku yang mengesankan. Dalam kata lain kita dipahamkan cara menjaga kehormatan sebagai wanita yang terhormat. Dan sudah pasti, kita tidak akan mungkin dibiarkan atau malah diperintahkan untuk rela menanggalkan  pakaian dan telanjang dimuka umum,  sementara manusia sejagat mengamati detail tubuh kita.

Wahai wanita, jangan terkecoh dengan para pemilik mulut sampah yang mengatakan prinsipmu terlalu keras, kolot dan ketinggalan jaman. Tanyakan pada diri kita, lalu apakah konsep modern adalah dengan menjual keindahan tubuh dan kehormatan kita sebagai seorang wanita, hanya untuk berjuluk seorang putri?. 
Lihatlah bagaimana para wanita dijaman keemasan islam dahulu menjadi teladan bagi kita. Aisyah istri Rasulullah contohnya, beliau tidak silau dengan sebutan yang tercantik, walau bahkan Rasulullah sendiri menjuluki  beliau "Humairaa” atau yang kemerah-merahan karena saking cantiknya. Beliau tetap menjaga kehormatannya, bahkan hal ini diabadikan dalam Alquran. Aisyah juga terkenal karena kecerdasannya sebagai pakar ilmu. Namun tetap saja beliau tidak lantas menginginkan popularitas dan pujian, walaupun prestasinya diakui dunia selama berabad-abad lamanya. Dan tentang perilaku keseharian beliau, tak diragukan lagi bahwa Aisyah bisa menjadi contoh untuk generasi kita sekarang ini.

Wahai wanita, sejatinya islam telah menempatkan kita semua seperti seorang putri yang senantiasa terhormat dan dihormati. Contoh kecil adalah larangan laki- laki non mahram berjabat tangan dengan kita. Apakah mungkin seorang putri dengan mudah dipegang tangannya dan dirasakan kehalusan kulitnya oleh laki- laki sembarangan? Karena itu yakinlah bahwa dengan aturan islam yang sebenarnya, maka kau akan menjadi putri yang sebenarnya, tempatmu tersimpan rapi, kehormatanmu terjaga, dan kaupun terpelihara. Dengan islam kau tak akan hanya menjadi putri yang sekedar predikat pemberian manusia, namun inshaallah  mendapatkan keridhoan sejati dari Allah Subhanahu Wata'ala, Tuhan yang menciptakan kita.

 (Syahidah/voa-islam.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar